<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972</id><updated>2012-02-13T07:26:31.213-08:00</updated><category term='Warta Kita'/><category term='Foto Tunggal'/><category term='Perjalanan'/><category term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Kiki Kurniawan</title><subtitle type='html'>"It's better to produce something, rather than nothing"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-183592712415495340</id><published>2012-02-13T01:54:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T01:54:10.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Energi Dari Hati</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam banyak kasus,ketidakefektifan karyawan dalam bekerja bukan di sebabkan karena permasalahanyang terjadi di dalam kantor atau tempat bekerja, bukan karena permasalahandengan rekan kerja, bukan dengan atasan, bukan dengan sistem pekerjaan, ataupun dengan beban kerja, melainkan karena permasalahan yang berlatarkanpermasalahan pribadi, dengan sahabat intim, dengan orang tua, dengan suami atauistri, dengan anak, atau dengan besan, tetangga, yang kesemuanya itu tidak adakaitannya dengan pekerjaan. Permasalahan pada ranah ini mungkin &lt;i&gt;rada&lt;/i&gt; sulit untuk terdeteksi, karenasumber permasalahannya tidak terdapat di dalam lingkungan kerja.Penyelesaiannya pun bisa jadi cukup &lt;i&gt;njlimet,&lt;/i&gt;karena biasanya karyawan tidak ingin terlalu di campuri. Mungkin, andasebagai atasan akan dengan mudah mengatakan &lt;i&gt;“ya,sebaiknya karyawan bersikap professional.. bisa memisahkan antara urusan pekerjaan,dan masalah pribadi”.&lt;/i&gt; Kebanyakan orang berpendapat bahwa otak dan hatitidak bisa di satukan. Pendapat ini kemudian seolah olah dapat di artikan,ketika kita sedang bekerja (menggunakan otak) maka tidak akan terpengaruh olehpermasalahan pribadi yang sedang kita alami (suasana hati). Dan ini artinya,bekerja dengan professional. Jika demikian, habis perkara, manusia sepertimemiliki tombol &lt;i&gt;switch&lt;/i&gt; On/Off untuk“menyalakan” otak saja saat bekerja, dan kembali “menyalakan” hati ketika usaibekerja. Ajaibnya, manusia tidak memiliki tombol &lt;i&gt;switch&lt;/i&gt; itu, namun sesunggunya bisa bekerja dengan energi yang luarbiasa walau sedang dirundung masalah pribadi. Bagaimana caranya? Dan darimanakah energi tersebut? jawabannya adalah dari hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 150%;"&gt;Baiklah, mungkinkerutan di dahi anda sekarang menandakan kesan bahwa anda sudah mulai terpikatuntuk meneruskan membaca. Coba anda ingat terakhir kali ketika anda sedangmenghadapi situasi bingung, kecewa, marah, atau kesal terhadap sesuatu. Makaanda mungkin mondar-mandir tidak karuan, mungkin mengambil barang yang keliru,lupa terhadap sesuatu, bicara tergopoh-gopoh, koordinasi fisik tidak stabil,tersandung sesuatu, kepala mulai gatal, mungkin mengeluarkan kata-kata kasar,atau mungkin juga melakukan tindakan agresif, jantung berdegup kencang,keringat bercucuran, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dipahami bahwakoordinasi dan arus informasi yang sedang terjadi di dalam otak sedang kacau, sehinggamengakibatkan terjadinya ketidak karuan pada kondisi fisik anda. Namun, sesaatkumudian, ketika rasa bingung dan kesal mereda, yang pertama kali andaelus-elus bukanlah kepala.. melainkan dada, di mana tempat hati berada. Kenapa?Padalah kita di tuntut untuk professional dalam bekerja (menggunakan kemampuanotak). Saya ulangi, jawabannya adalah karena enegi hati begitu besar. Nah,sudah ketemu titik terang bukan. Untuk itu, ketika anda mengetahui bahwakaryawan anda sedang menghadapi masalah, jangan sentuh otak-nya karena mungkinanda akan semakin menambah ketidak karuan dalam bekerja, melainkan sentuhlahhatinya dan rasakan energi-nya. Begitulah caranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-183592712415495340?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/183592712415495340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2012/02/energi-dari-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/183592712415495340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/183592712415495340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2012/02/energi-dari-hati.html' title='Energi Dari Hati'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-8634130603154927685</id><published>2011-11-14T22:46:00.001-08:00</published><updated>2011-11-14T23:38:53.514-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan Menuju Bromo : Bagian V</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayang sungguh sayang. Ada saja tangantangan&amp;nbsp;jahil yang merusak keindahan&amp;nbsp;pemandangan alam ini.&amp;nbsp;Dibeberapa tempat ada saja tumpukan&amp;nbsp;sampah plastik dan kaleng. kiranya&amp;nbsp;sampah itu adalah bekas para pengunjung&amp;nbsp;yang bermalam atau mendirikan tenda&amp;nbsp;karena ada bekas kayu bakar juga. Selain&amp;nbsp;itu adapula corat coret dinding yang&amp;nbsp;menerangkan nama pribadi atau&amp;nbsp;kelompok dan sebagainya dengan cat&amp;nbsp;semprot. Memilukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4TQ8dJLYOrQ/TsILN_hqHfI/AAAAAAAAAL4/n5QaISKPwTE/s1600/IMG_4696_Rs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/-4TQ8dJLYOrQ/TsILN_hqHfI/AAAAAAAAAL4/n5QaISKPwTE/s320/IMG_4696_Rs.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Mudah menemukan warung-warung makan, aneka souvenir,&lt;br /&gt;dan penyewaan jaket, terpong atau alat pemotretan&lt;br /&gt;di sekitar Penanjakan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kira-kira pukul tujuh pagi kami&amp;nbsp;meninggalkan Penanjakan. Setelah&amp;nbsp;memotret keindahan gunung-gunung itu&amp;nbsp;pada beberapa spot. Namun sebelum itu&amp;nbsp;kami sempatkat menikmati semangkok&amp;nbsp;bakso dulu. Ini adalah kali ke dua aku&amp;nbsp;makan bakso di bromo. Yang pertama&amp;nbsp;adalah tahun 2008. Mengapa peristiwa ini&amp;nbsp;penting aku ceritakan. semata-mata&amp;nbsp;hanya untuk menceritakan kekonyolan&amp;nbsp;kunjungan pertama ku. Bisa di&amp;nbsp;bayangkan, ke Bromo hanya untuk makan bakso.Lalu setelah itu pulang? tanpamatahari terbit, tanpa melihat kawah&amp;nbsp;bromo, tanpa naik kuda, hanya makan&amp;nbsp;bakso. Mengagumkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menuruni Penanjakan menuju lautan&amp;nbsp;pasir. Masih disuguhi pemandangan yang&amp;nbsp;indah. Kami sempatkan sebentar untuk&amp;nbsp;berfoto. Melanjutkan perjalanan menurun&amp;nbsp;mesti waspada. Jalan tidak begitu bagus.&amp;nbsp;Berbatu, aspal berlubang, bahkan ada&amp;nbsp;satu ruas jalan yang patah karena&amp;nbsp;longsor. Langsung menuju jurang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-G3zsylGKg2Q/TsINQ4afRbI/AAAAAAAAAMA/yqAg3Qt0-UI/s1600/IMG_4694_Rs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-G3zsylGKg2Q/TsINQ4afRbI/AAAAAAAAAMA/yqAg3Qt0-UI/s320/IMG_4694_Rs.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Perpaduan: Sumber daya alam yang&lt;br /&gt;begitu potensial, sayang jika tercemari&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kawasan Tengger bisa dibilang semua&amp;nbsp;kehidupan masih bersinergi dengan alam.&amp;nbsp;Menurut data Taman Nasional Bromo&amp;nbsp;Tengger Semeru, kawasan ini memiliki&amp;nbsp;tipe ekosistem sub-montana, montana&amp;nbsp;dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang&amp;nbsp;besar dan berusia ratusan tahun.&amp;nbsp;Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat&amp;nbsp;di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru&amp;nbsp;antara lain jamuju (Dacrycarpus&amp;nbsp;imbricatus), cemara gunung (Casuarina&amp;nbsp;sp.), eidelweis (Anaphalis javanica),&amp;nbsp;berbagai jenis anggrek dan jenis rumput&amp;nbsp;langka (Styphelia pungieus). Terdapat&amp;nbsp;sekitar 137 jenis burung, 22 jenis&amp;nbsp;mamalia dan 4 jenis reptilia di taman&amp;nbsp;nasional ini. Satwa langka dan dilindungi&amp;nbsp;yang terdapat di taman nasional ini&amp;nbsp;antara lain luwak (Pardofelis marmorata),&amp;nbsp;rusa (Cervus timorensis ), kera ekor&amp;nbsp;panjang (Macaca fascicularis), kijang&amp;nbsp;(Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah&amp;nbsp;(Gallus gallus), macan tutul (Panthera&amp;nbsp;pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan&amp;nbsp;berbagai jenis burung seperti alap-alap,&amp;nbsp;burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular&amp;nbsp;bido (Spilornis cheela bido), srigunting&amp;nbsp;hitam (Dicrurus macrocercus), elang&amp;nbsp;bondol (Haliastur indus), dan belibis yang&amp;nbsp;hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan&amp;nbsp;Ranu Kumbolo.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taman Nasional Bromo Tengger Semeru&amp;nbsp;juga merupakan satu-satunya kawasan&amp;nbsp;konservasi di Indonesia yang memiliki&amp;nbsp;keunikan berupa laut pasir seluas 5.250&amp;nbsp;hektar, yang berada pada ketinggian±&amp;nbsp;2.100 meter dari permukaan laut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3Br7xuAftIE/TsIO10NbBrI/AAAAAAAAAMI/03w0RW8_3rs/s1600/IMG_4703_Rs+.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-3Br7xuAftIE/TsIO10NbBrI/AAAAAAAAAMI/03w0RW8_3rs/s320/IMG_4703_Rs+.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Berkuda: Selain mobil mobil-mobil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;dengan 4WD, berkuda juga merupakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;salah satu sarana transportasi favorit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di Tengger&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalan kami juga menemukan&amp;nbsp;salah satu dari hewan langka ini. "Wah,&amp;nbsp;elang be !" kata ku "mana ki?" "wah elang&amp;nbsp;jawa" tambah Babe, sapaan akrab Dhipta.&amp;nbsp;"Eagle ! besar ya be, ayo difoto Be" dan&amp;nbsp;kami bergegas mengambil lensa tele dari&amp;nbsp;dalam tas. setelah terpasang langsung&amp;nbsp;kami arahkan kamera pada sudut yang&amp;nbsp;tadi kami lihat. tapi. "mana ya be?"&amp;nbsp;"terbang kali ya" "ilang ya ki?" celetuk&amp;nbsp;babe. "eh itu dia be, turun ke dahan yang&amp;nbsp;dibawahnya, tapi..." "kayaknya..."&amp;nbsp;"monyet...!" seru dhipta. "ketek (jawa:&amp;nbsp;monyet) be, udu eagle !&amp;nbsp;huahahahahahaha"&amp;nbsp;Selain mengbadikan keindahan alam&amp;nbsp;Tengger dengan kamera, sedari awal kami&amp;nbsp;juga mangabadikan momen perjalanan&amp;nbsp;kami dengan camera video. Sesampainya&amp;nbsp;dilautan pasir kembali kami berhenti&amp;nbsp;untuk mengambil rekaman gambar.&amp;nbsp;Sebelum memulai perjalanan kembali,&amp;nbsp;tiba tiba dhipta teringat sebuah&amp;nbsp;kekhilafan. Dhipta yang menjadi juru&amp;nbsp;kamera merasa ada yang kurang. Dhipta&amp;nbsp;kehilangan sebuah converter lensa wide&amp;nbsp;Karena medan yang sulit, maka kami&amp;nbsp;putuskan untuk meneruskan perjalanan.&amp;nbsp;Kami melewati lautan pasir.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali pertama&amp;nbsp;bagiku. Melintasi padang pasir dengan&amp;nbsp;sepeda motor. Mengasikkan.&amp;nbsp;Dhipta sempat terjatuh. Pasir agaknya&amp;nbsp;tak cocok untuk ban jalan raya.&amp;nbsp;lens-nya yang biasa bersanding dengan&amp;nbsp;camera videonya. Setelah beberapa saat&amp;nbsp;teringat ternyata barang tersebut&amp;nbsp;terjatuh saat kami melihat monyet tadi.&amp;nbsp;sungguh terlalu.&amp;nbsp;Karena medan yang sulit, maka kami&amp;nbsp;putuskan untuk meneruskan perjalanan.&amp;nbsp;Kami melewati lautan pasir. Kali pertama&amp;nbsp;bagiku. Melintasi padang pasir dengan&amp;nbsp;sepeda motor.&amp;nbsp;Mengasikkan.&amp;nbsp;Dhipta sempat terjatuh. Pasir agaknya&amp;nbsp;tak cocok untuk ban jalan raya.&amp;nbsp;Belum lagi ditambah dengan muatan pada&amp;nbsp;motor Dhipta. Box kiri kanan dan tengah.&amp;nbsp;Motor kami pacu lambat. Beberapa kilo&amp;nbsp;kemudian kami tiba di sebuah pura, di&amp;nbsp;kaki gunung Bromo. Banyak wisatawan&amp;nbsp;disana yang datang dengan beragam&amp;nbsp;kendaraan. Kebanyakan Hardtop.&amp;nbsp;Pukul setengah sembilan saat kami&amp;nbsp;tiba. Memarkir kendaraan, dan segera&amp;nbsp;berlalu untuk naik ke Bromo.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IaRGkHWazVM/TsIQQKK0I5I/AAAAAAAAAMQ/qTaYS60ctHU/s1600/IMG_4722_Rs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="425" src="http://3.bp.blogspot.com/-IaRGkHWazVM/TsIQQKK0I5I/AAAAAAAAAMQ/qTaYS60ctHU/s640/IMG_4722_Rs.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Siap mengantar hingga tujuan: Tak ada salanya anda&amp;nbsp;mencoba jasa kuda-kuda ini tentu akan mendapatkan&amp;nbsp;rasa pendakian yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang&amp;nbsp;tourist guide menawarkan jasa untuk&amp;nbsp;mengantarkan kami ke sebuah daerah&amp;nbsp;tempat pemotretan yang&amp;nbsp;bagus. Padang sabana katanya. Tawaran&amp;nbsp;yang menarik dan. Bukan bermaksud&amp;nbsp;menolak. Kami memutuskan untuk naik&amp;nbsp;ke Bromo dulu.&amp;nbsp;Menurut seorang teman yang baru saja&amp;nbsp;kami kenal di Tengger, Amitaba namanya.&amp;nbsp;untuk naik ke Bromo dibutuhkan waktu&amp;nbsp;hanya 50 menit hingga satu jam saja&amp;nbsp;dengan berjalan kaki.&amp;nbsp;Jika naik kuda pasti jauh lebih cepat. Dan&amp;nbsp;tidak begitu lelah tentunya. Namun harus&amp;nbsp;siap merogoh saku Rp 100.000 untuk rute&amp;nbsp;pulang-pergi.&amp;nbsp;Setelah menapaki 250 anak tangga&amp;nbsp;akhirnya kami tiba di bibir kawah gunung&amp;nbsp;Bromo.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-K9mNWSb4dxo/TsITcs_ehtI/AAAAAAAAAMY/SGiGrcMWa4Q/s1600/IMG_4758_Rs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-K9mNWSb4dxo/TsITcs_ehtI/AAAAAAAAAMY/SGiGrcMWa4Q/s320/IMG_4758_Rs.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Rute: Inilah rute yang harus di lalui oleh&lt;br /&gt;para pendaki. Jika membawa kendaraan&lt;br /&gt;maka harus di parkir di depan Pura, dan&lt;br /&gt;seterusnya dilanjutkan dengan berjalan&lt;br /&gt;kaki atau naik kuda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asap belerang segera mencuat.&amp;nbsp;Merasuk hingga kedalam penciuman.&amp;nbsp;Memang tak sekuat pekat asap belerang&amp;nbsp;di kawah Ijen. tapi cukup membuat dada&amp;nbsp;sesak. Hanya ada asap. Tak tampak dasar&amp;nbsp;kawah.&amp;nbsp;Beruntung sesaat setelah itu angin&amp;nbsp;berhembus. Memuaikan asap belerang&amp;nbsp;dari sekitar kawah. Dan tampaklah&amp;nbsp;dasarnya, sehingga kami dapat&amp;nbsp;mengabadikan pemandangan&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8g9IZd-ncG8/TsIUR0gROaI/AAAAAAAAAMg/smLafyjdr1Y/s1600/IMG_4770_Rs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="426" src="http://3.bp.blogspot.com/-8g9IZd-ncG8/TsIUR0gROaI/AAAAAAAAAMg/smLafyjdr1Y/s640/IMG_4770_Rs.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Kawah gunung Bromo:&amp;nbsp;Garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari&amp;nbsp;4 km dari pusat kawah Bromo. Pada kawah ini juga Masyarakat suku Tengger melemparkan sesaji yang berupa hasil bumi pada upacara Yadnya Kasada&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pemandangan disar kawah.&amp;nbsp;Lelah telah pergi, gambarpun telah kami&amp;nbsp;dapati. Kami menyusur turun. Kemudian&amp;nbsp;beristirahat lagi didekat kami memarkir&amp;nbsp;kendaraan. Menikmati bromo dari&amp;nbsp;kejauhan, secangkir kopi jadi teman.&amp;nbsp;Hangat-hangat Pop Mie yang lalu&amp;nbsp;dihidangkan. Sambil ngobrol, aku dan&amp;nbsp;Dhipta selanjutnya mengatur rencana&amp;nbsp;perjalanan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-8634130603154927685?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/8634130603154927685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/11/perjalanan-menuju-bromo-bagian-v.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/8634130603154927685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/8634130603154927685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/11/perjalanan-menuju-bromo-bagian-v.html' title='Perjalanan Menuju Bromo : Bagian V'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4TQ8dJLYOrQ/TsILN_hqHfI/AAAAAAAAAL4/n5QaISKPwTE/s72-c/IMG_4696_Rs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Mt Bromo, Sukapura, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.9430556 112.9538889</georss:point><georss:box>-8.0059611 112.8749249 -7.8801501 113.0328529</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-4731582620976238567</id><published>2011-11-14T00:59:00.000-08:00</published><updated>2011-11-14T02:15:38.118-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Losari : Kebun Kopi yang Tersembunyi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZATZzosDmxw/TsDmz7o2fUI/AAAAAAAAALk/Dtd1mTHOH5I/s400/DSCF3038rs.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674789310343576898" /&gt;Siang itu langit kelabu. Kabut menggantung, tertiup angin lembah, mengarak tak tentu. Aku menepis gerimis yang menerpa tubuhku tak habis-habis, hingga aku bergegas masuk menuju ruang respsionis. Mata segar memandang hamparan hijau tebentang, harum bunga tambah menyegarkan pikiran dan suasana. Tumbuhan kopi di mana-mana. Diselingi Kelapa, perdu, dan bunga-bunga. Disinilah aku berada. di kebun kopi losari, Ambarawa.&lt;div&gt;Telah lama aku tahu tentang Losari, baru kali ini aku menginjakkan kaki. Memang tak berlebihan jika majalah yang dulu ku baca, mengagumi asri dan indahnya pemandangan di kebun kopi Losari. Mungkin tidak banyak yang tahu tentang kebun kopi ini, letaknya disembunyikan oleh rimbunnya hutan. Jika ditempuh dari Jogjakarta, maka rute terdekat yang bisa ditempuh adalah melalui Magelang. Setelah itu, mengikuti jalur ke Semarang sekitar 20 km. Setelah itu silakan lihat petunjuk atau tanyakan pada tukang ojek. Alasannya karena para tukang ojek biasa mengantar tamu kesana. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di lahan seluas kurang lebih 22 ha ini berdiri vila-vila dengan gaya klasik dan resort dengan segala fasilitasnya. Dari dataran 800 mdpl ini juga kita dapat menyaksikan keanggunan gunung-gunung yang menawan seperti gunung Merbabu, Merapi, Andong, Sumbing, dan Sindoro. Selain dapat menikmati keindahan alamnya,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt; disajikan pula menu makanan dan minuman tradisonal maupun a la barat.  Seperti menu kopi khas Losari yang waktu itu aku coba, sungguh nikmat. menu ini dibanderol harga 45.000. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada satu kegiatan favorit yang disediakan di kebun kopi Losari, yaitu coffee tour. Kegiatan ini memfasilitasi pengunjung untuk berjalan-jalan menikmati rimbunnya kebun kopi, menyaksikan pengolahan kopi, dan tentu saja menikmati kopinya. Kegiatan ini diadakan setiap hari pada pagi hari dengan biaya tour 150.000 untuk pengunjung domestik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebun kopi yang sekarang dimiliki oleh pengusaha muda, Sadiaga Uno ini, memang layak untuk direkomendasikan. Walaupun layanan dan menunya terasa mahal, namun bisa dibilang sebanding dengan segala suasana dan rasa yang tersajikan. Kebun losari hanya sebagian kecil dari keindahan Indonesia. Pergi bersama teman atau keluarga tuntu akan semakin istimewa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-0eKrb39EY3M/TsDpGF27xuI/AAAAAAAAALw/3PECQIDgjns/s400/DSCF3019rs.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674791821347899106" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px; " /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-4731582620976238567?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/4731582620976238567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/11/losari-kebun-kopi-yang-tersembunyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/4731582620976238567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/4731582620976238567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/11/losari-kebun-kopi-yang-tersembunyi.html' title='Losari : Kebun Kopi yang Tersembunyi'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZATZzosDmxw/TsDmz7o2fUI/AAAAAAAAALk/Dtd1mTHOH5I/s72-c/DSCF3038rs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-6961957620016718396</id><published>2011-06-11T22:50:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T23:08:23.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>Menjadi Sahabat Curhat Si Buah Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-02ekKoj5OxI/TfRWmoWvPMI/AAAAAAAAAKw/aiiMXDRjA8w/s1600/Untitled-14.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-02ekKoj5OxI/TfRWmoWvPMI/AAAAAAAAAKw/aiiMXDRjA8w/s400/Untitled-14.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617209856905657538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Salah satu cara yang paling baik untuk membantu orang lain, adalah dengan mendengarkan dan berkomunikasi dengan mereka secara efektif. Sejumlah kemampuan dan keterampilan mendengarkan dan berkomunikasi dalam membantu orang lain disebut sebagai keterampilan dasar konseling. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keterampilan dasar konseling dapat dipelajari untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja tidak terkecuali untuk buah hati kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Anak-anak terkadang lebih sulit untuk mengungkapkan pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi melalui kata-kata, yang lebih mudah tampak pada mereka adalah ekspresi, baik dari raut wajah gerak-gerik dan perilaku. Orang tua yang kesal dengan tingkah laku anak mungkin saja mengambil sikap untuk marah atau malah mendiamkan mereka. Hal ini tidak tepat karena mungkin saja membuat anak semakin frustasi karena anak merasa tidak ada tempat berbagi. Maka ajaklah mereka berkomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Datangi mereka dan ambillah posisi sejajar dengan mereka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Ungkapkan apa yang kita lihat dari ekspresi mereka&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Tetap pandangi mereka selama mereka berbicara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Bersabarlah untuk mendengarkan cerita mereka hingga selesai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Sesuaikan nada suara, bila anak berbicara tergopoh-gopoh atau malah terlalu lambat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Ulang cerita mereka dengan bahasa kita sendiri, agar mereka tahu kita memahami cerita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Jangan buru-buru memberi solusi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Pandanglah persoalan mereka melalui sudut pandang mereka juga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Berikan sentuhan atau pelukan jika diperlukan untuk menenangkan anak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'times new roman'; "&gt;Bersikap tenang, seberapapun bergejolaknya perasaan anak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“Anak-anak tetaplah anak anak. Orang dewasa, mestinya semakin dewasa”&lt;/i&gt; -Renate Zorn-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-6961957620016718396?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/6961957620016718396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/06/salah-satu-cara-yang-paling-baik-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/6961957620016718396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/6961957620016718396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/06/salah-satu-cara-yang-paling-baik-untuk.html' title='Menjadi Sahabat Curhat Si Buah Hati'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-02ekKoj5OxI/TfRWmoWvPMI/AAAAAAAAAKw/aiiMXDRjA8w/s72-c/Untitled-14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-303906655185418185</id><published>2011-06-11T22:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T22:42:00.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan Menuju Bromo Bagian IV</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-9T4SzarF4hM/TfRRD2X4rMI/AAAAAAAAAKg/ZzbQPEj0yFM/s1600/IMG_4673_%252B_RS.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9T4SzarF4hM/TfRRD2X4rMI/AAAAAAAAAKg/ZzbQPEj0yFM/s400/IMG_4673_%252B_RS.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617203761815006402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Jam 2.30 dini hari tadi kami terbangun, oleh suara alarm handphone. Masih bermalas-malasan. Baru jam tiga kami benar-benar terbangun, di bangunkan mas Yusuf. Belum terdengar hiruk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;pikuk mobil 4 WD menanjak ke Penanjakan. Tosari masih beristirahat dalam damai. Walaupun telah cukup banyak berdiri rumah-rumah penduduk dan penginapan, desa dikawasan Tengger ini memang masih asri. Pelan-pelan kami mulai bersiap. Pukul 4.10 waktu subuh telah masuk, kami tak melihat mas Yusuf. Akhirnya kami putuskan untuk shalat. Se&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;telah shalat, mas Yusuf belum juga tampak. Aku memerlukan mengetuk ruang istirahatnya untuk memastikan. Mas Yusuf ternyata tertidur lagi. Mungkin setelah membangunkan kami. Ada rasa bersalah juga, karena membangunkan kami mas Yusuf jadi terlambat mengumandangkan adzan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sebelum kami bergegas ke Penanjakan, kami sempatkan berpamitan pada mas Yusuf. Mengucapkan terima kasih dan memberikan tiga cup Popmie pada mas Yusuf. Mungkin tak pantas jika di analogikan sebagai &lt;span class="Apple-style-span"&gt;ucapan terima kasih. Setidaknya kami ingin berbagi dengan apa yang kami punya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Meluncur ke penanjakan melalui jalan gelap selebar tiga meter, bersanding hutan kiri dan kanan, berliku dan licin setelah diguyur hujan, kami memacu kendaraan pelan. Baru berjalan sekitar 4 Km kami melintasi portal kawasan wisata Penanjakan, membayar retribusi sebesar Rp 1.000 untuk tiap sepeda motor. Setelah itu kami menanjak lagi kira-kira sepanjang 15 Km. Selama perjalan sekali-kali kami berjumpa dengan masyrakat s&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium; "&gt;ekitar yang berjalan kaki, mungkin akan ke ladang, kiraku. Ada pula yang bersepeda motor, tanpa lampu. sungguh hebat pikirku. Tentunya ia penduduk lokal. Karena barang tentu ia sudah hapal jalan dan medan yang ia lalui. Pukul lima kami tiba di Penanjakan, sebelum sang surya muncuat ke permukaan. Kami parkir. Tarif parkir sepeda motor adalah Rp 5.000 per motor. Cuaca sedang bersahabat. Langit cerah seusai hujan semenjak kemarin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ramai. Penanjakan telah ramai dipadati turis lokal maupun manca. Hardtop bersandar dimana-mana. Memadati jalan kecil itu. Belum lagi sepeda motor. "seperti pasar malam" komentar dhipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Perkiraanku, tak kurang dari 300 orang yang memadati lokasi itu, Penanjakan, untuk menyaksikan matahari terbit. Ya, Peristiwa inilah yang tentunya dinantikan setiap pengunjung Penanjakan. Bukan sekedar melihat matahari terbit, namun lebih-lebih poin utamanya adalah ketika matahari terbit menerpa tiga gunung. Bromo, Batok, dan Semeru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-DhuppmsEeA8/TfRP5E1A7II/AAAAAAAAAKY/otEvcf4hMAU/s400/IMG_4652_Rs.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617202477205089410" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Untuk menikmati peristiwa alam yang indah ini para pengunjung dapat memanfaatkan semacam balkon yang telah disediakan. Balkon ini kira-kira tak lebih besar dari lapangan basket. Ya, seperti perkiraanku, tak kurang ada 300 orang yang berada di balkon itu. Suasana takjub.Bagi kamu yang menyenangi fotografi, sebenarnya ada beberapa spot menarik yang bisa di eksplorasi. Terutama jika malas beradu dengan ramainya pengunjung. Pertama, kiranya kamu perlu turun kesamping  kanan balkon. Di dekat Antena Rally milik Kodam Brawijaya. Bisa terus turun hingga pinggir tebing. yang pasti viewnya tak kalah bagus, dan tak perlu berdesak-desakan. Kedua, Tak perlu sampai ke Penanjakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Kira-kira 2 Km sebelum Penanjakan ada dataran tinggi yang bisa di naiki. Viewnya cukup baik juga. Walaupun kami tak melakoninya, Sayang sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Perpaduan peristiwa alam itu semakin memeseona, ketika Bromo dan Semeru menyemburkan abu vulkaniknya. Dan semua mengaguminya. Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-303906655185418185?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/303906655185418185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/06/perjalanan-menuju-bromo-bagian-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/303906655185418185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/303906655185418185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2011/06/perjalanan-menuju-bromo-bagian-iv.html' title='Perjalanan Menuju Bromo Bagian IV'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-9T4SzarF4hM/TfRRD2X4rMI/AAAAAAAAAKg/ZzbQPEj0yFM/s72-c/IMG_4673_%252B_RS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-6157731519111206173</id><published>2010-12-16T02:34:00.001-08:00</published><updated>2010-12-16T03:11:18.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Tunggal'/><title type='text'>Tontonan langka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQnwxLad0MI/AAAAAAAAAJw/zDeUkZxEOq4/s1600/DSCF0299%252Brs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQnwxLad0MI/AAAAAAAAAJw/zDeUkZxEOq4/s400/DSCF0299%252Brs.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551232743378899138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQnwwxwVtVI/AAAAAAAAAJo/KQY1fiIDw1s/s1600/DSCF0311%252Brs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQnwwxwVtVI/AAAAAAAAAJo/KQY1fiIDw1s/s400/DSCF0311%252Brs.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551232736491320658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQns5x4U7mI/AAAAAAAAAJg/KD1mLL6J0Bo/s1600/DSCF0295%252Brs.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQns5x4U7mI/AAAAAAAAAJg/KD1mLL6J0Bo/s400/DSCF0295%252Brs.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551228493097135714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Warga masyarakat yang melintas di jembatan kali Boyong, Donoharjo, Sleman mendapat tontonan langka, yaitu lima buah &lt;i&gt;escavator&lt;/i&gt; yang sedang bekerja memindahkan pasir hasil erupsi merapi yang telah menyebabkan pendangkalan sungai, Kamis (16/12). Beberapa sungai aliran gunung Merapi lainnya juga mengalami hal yang sama.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-6157731519111206173?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/6157731519111206173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/tontonan-langka.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/6157731519111206173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/6157731519111206173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/tontonan-langka.html' title='Tontonan langka'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQnwxLad0MI/AAAAAAAAAJw/zDeUkZxEOq4/s72-c/DSCF0299%252Brs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-7944816678407339221</id><published>2010-12-11T17:57:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T18:14:14.075-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Tunggal'/><title type='text'>Pengukur level air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQQvpg2bI2I/AAAAAAAAAJY/65jdIp4CuA8/s1600/DSCF0285%2B%252B.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQQvpg2bI2I/AAAAAAAAAJY/65jdIp4CuA8/s400/DSCF0285%2B%252B.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549613031066641250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang petugas dari UGM sedang memasang alat pengukur level air, sabtu (11/12), di bawah jembatan Rejodani, Sleman. Alat ini dipasang untuk memantau tingkat level air sekaligus aliran lahar dingin Merapi&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-7944816678407339221?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/7944816678407339221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/pengukur-level-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/7944816678407339221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/7944816678407339221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/pengukur-level-air.html' title='Pengukur level air'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TQQvpg2bI2I/AAAAAAAAAJY/65jdIp4CuA8/s72-c/DSCF0285%2B%252B.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-4479924637272532951</id><published>2010-12-08T05:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T18:16:49.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Tunggal'/><title type='text'>Lahar turun gunung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TP-L-jpL5zI/AAAAAAAAAJQ/odH3PtaVirM/s1600/Memantau.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TP-L-jpL5zI/AAAAAAAAAJQ/odH3PtaVirM/s400/Memantau.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548307172779878194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seorang warga yang melintas di jembatan kali Boyong dusun Balong, Donoharjo, Sleman, Berhenti melihat derasnya aliran air sungai yang bercampur dengan lahar dingin hasil letusan gunung merapi beberapa waktu lalu. Hujan yang mengguyur sejak siang hingga sore tadi bahkan sempat membuat jembatan ini terendam air. Foto diambil Rabu (8/12)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-4479924637272532951?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/4479924637272532951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/seorang-warga-yang-melintas-di-jembatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/4479924637272532951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/4479924637272532951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/seorang-warga-yang-melintas-di-jembatan.html' title='Lahar turun gunung'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TP-L-jpL5zI/AAAAAAAAAJQ/odH3PtaVirM/s72-c/Memantau.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-2653541178142064185</id><published>2010-12-06T03:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T05:29:46.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan Menuju Bromo Bagian III</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ada baiknya bertanya sebelum membeli, maklum ditempat wisata apa saja bisa terjadi, terutama mengenai harga. Entah itu makan atau tempat menginap. Apalagi seperti kami, yang notabenenya liburan dengan doku pas-pasan. Jangan ragu untuk tawar-menawar jika merasa harga yang disuguhkan melebihi perkiraan atau budget yang di alokasikan. Pilihan yang cermat akan menetukan pengeluaran selama liburan. Seperti di Tosari satu porsi makan rata-rata dipatok harga Rp 10.000, dan untuk penginapan rata-rata rp 100.000-rp 150.000. Mungkin untuk makan sulit untuk tawar-menawar, namun untuk penginapan masih bisa diturunkan. Bagi kami harga harga penginapan yang segitupun masih terlalu mahal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Masih sebelas jam lagi menanti matahari terbit, kami masih diwarung makan, sepatuku masih basah, dan kakiku masih berbalut plastik, suhu saat itu sekitar 20 derajat celcius, kabut mulai tebal. Usai makan tadi kami bergegas menuju masjid untuk malaksanakan shalat magrib. Masjid itu milik Yayasan Pancasila, sebuah masjid yang digawangi mantan presiden Indonesia, almarhum &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Soeharto. Aku rasa diseluruh Indonesia desain masjid ini sama saja, walaupun namanya berbeda-beda. Berbentuk persegi, dengan tiga undakan atap, dan didalamnya pasti ada prasasti dengan bubuhan tanda tangan presiden RI ke-2 itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Diluar pekarangan masjid ada dua ruangan tambahan, yang satu merupakan ruang Taman Pendidikan Alquran (tpa), dan yang satunya ruang istirahat penjaga masjid. Sepertinya didalam sana hangat, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sementara Dhipta berkemas, aku mendahulukan shalat. Baru saja usai shalat dhipta datang menghapiriku dengan wajah cemas. Sebuah kelalaian kecil terjadi, Dhipta lupa mengancingkan tas, ketika diangkat handicam terpental ke lantai dan menggelinding kira-kira sejauh tiga meter. Alhasil ada bagian yang sompel. Dan yang lebih parah lagi, handicam itu adalah pinjaman, makin memperparah lagi, bukan saja pinjaman, tapi handicam itu adalah barang gadaian. Jadi kesimpulannya Dhipta adalah orang yang memakai handicam gadaian. Cukup menjadi bahan pemikiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kita tinggalkan sejenak masalah handicam. Selesai shalat isya, aku menghampiri ta'mir masjid. Meminta ijin untuk beristirahat diselasar masjid menunggu subuh tiba. Sontak penjaga masjid mengatakan jangan. Aku hampir kecewa sebelum sang takmir masjid melanjutkan pembicaraannya. Mas Yusuf, setelah itu aku tahu namanya, menyarankan kami agar menggunakan ruangan tpa itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kami agak sungkan, mulanya. Namun mas Yusuf tak tega membiarkan kami beristirahat di selasar masjid, karena udara akan dingin. Dan dengan rasa syukur dan berterimakasih kami tidak menolaknya. Kami akhirnya menempati ruangan hangat itu. Benar saja setelah itu suhu turun mencapai 13 derajat celcius. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum kami tidur mamang ada beberapa pemuda yang menggunakan ruangan itu untuk berlatih banjaran. Banjaran adalah seni musik dengan memainkan rebana, melantunkan sholawat dan atau pujian kepada sang maha pencipta. Terang saja, rupanya sebentar lagi maulud nabi Muhammad SAW. Akan ada acara kecil nantinya, dan para remaja mesjid itu yang mengiringi hiburan musiknya. Sementara para pemuda itu berlatih kami menikmati malam dari ketinggian sekitar 2000 m dpl, sayang lagit tak cerah. Hanya kabut dan kerlap kerlip lampu rumah warga. Itupun tak membuat kami bosan. Setelah mereka usai, kami pun tak menyia-nyiakan waktu istirahat yang tersisa. Segera menuju peraduan dengan meninggalkan harapan esok tiba dengan langit cerah memesona. Sepatuku belum kering juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-2653541178142064185?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/2653541178142064185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/perjalanan-menuju-bromo-bagian-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2653541178142064185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2653541178142064185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/perjalanan-menuju-bromo-bagian-iii.html' title='Perjalanan Menuju Bromo Bagian III'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-2848050280098981577</id><published>2010-12-04T06:04:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T05:24:20.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Warta Kita'/><title type='text'>"KOMPAK" Tanggap Bencana</title><content type='html'>&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TPpLoMiF8uI/AAAAAAAAAI4/MNKLTY9AJO4/s320/DSCF0155%2B%252B.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546829044991259362" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kiki-Kingkong, Kali Code. Sabtu (4/12)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hari mulai gelap. Hampir setiap sudut langit kelabu. Hujan rintik. Adzan magrib sebentar lagi berkumandang.  Mardoyo. Beliau adalah komandan Rescue KOMPAK (Komunitas Pinggiran Kali Code). Ditengah kesibukannya beliau menyambut kedatangan Kiki-Kingkong. Dibawah komando beliau lebih dari 80 relawan membangun posko tanggap darurat untuk bahaya lahar dingin merapi. “ini a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium; "&gt;dalah kegiatan swadaya masyarakat, segala kebutuhan posko didapat dari bantuan masyarakat sekitar.” Tutur beliau. Posko di Blunyah Gede ini adalah Posko utama yang mencakup wilayah Gemawang, Sendowo, dan Ketinden. Semuanya berada di bantaran kali Code, kelurahan Sinduadi, kecamatan Mlati. Dua pos lainnya tersebar diantara ketiga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;wilayah itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TPpLoTaYOwI/AAAAAAAAAJA/CYZ_a7EIb-k/s320/DSCF0162%2B%252B.jpg" style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546829046837951234" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Posko yang mulai ada sejak tanggal senin (29/11) ini  memiliki dua kegiatan utama. Yaitu kegiatan patroli, yang terdiri dari patroli jaga dan patroli kali saat malam hari dimana setiap malamnya ada kurang lebih 10-15 orang yang berjaga di setiap posko, dan  kegiatan bersih kali. “kebanyakan potongan kayu, kami membersihkannya. Jika kalinya bersih, maka aliran air akan lancar dan terhindar dari luapan banjir lahar” ungkap Mardoyo. Mardoyo bercerita, sejak kejadian hari senin itu banyak warga yang takut. “banjir lahar menghantam pembatas kali hingga jebol, kami mencoba menutupnya dengan karung yang berisi pasir. Malam itu air masuk kedalam rumah hingga kedalaman satu meter”. Belum ada kepastian hingga kapan posko ini akan berdiri, tapi warga terus siaga. “nanti jika keadaan disini sudah tenang maka para relawan akan saya alihkan ke atas (merapi-red)”.  Menurut  Mardoyo tahun 1968 air pernah meluap hingga membanjiri kawasan sekitar kali Code. Penulusuran Kiki-Kingkong di laman Wikipedia gunung Merapi memang pernah meletus sekitar tahun itu, tepatnya tahun 1969 yaitu letusan gas. Namun Kiki-Kingkong tidak menemukan informasi tentang dampak dari letusan pada tahun tersebut. Masih dari rilis halaman Wikipedia,  catatan Geologi modern mencatat letusan terbesar gunung Merapi terjadi pada tahun 1872 dengan tingkat letusan 3-4 VEI (Volcano Explosive Index). Letusan terbaru, 2010, diperkirakan juga memiliki kekuatan yang mendekati atau sama. Letusan tahun 1930, yang menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang, merupakan letusan dengan catatan korban terbesar hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rintik hujan masih turun, Adzan magrib usai berkumandang. “disini aman, logistik dan kebutuhan relawan bisa diusahakan dari masyarakat, saat ini kami membutuhkan tikar dan tenda”. Pungkas Mardoyo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-2848050280098981577?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/2848050280098981577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/kiki-kingkong-kali-code.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2848050280098981577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2848050280098981577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/12/kiki-kingkong-kali-code.html' title='&quot;KOMPAK&quot; Tanggap Bencana'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/TPpLoMiF8uI/AAAAAAAAAI4/MNKLTY9AJO4/s72-c/DSCF0155%2B%252B.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-1181335588094037411</id><published>2010-02-18T23:14:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T05:30:36.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan Menuju Bromo Bagian II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S35CAKLTznI/AAAAAAAAAHM/Dz1tyEvU2W8/s1600-h/IMG_4631.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S347BCKsSQI/AAAAAAAAAG8/TKx2Q9JH3sk/s1600-h/Image0054.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S347BCKsSQI/AAAAAAAAAG8/TKx2Q9JH3sk/s320/Image0054.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439850288857762050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Jumat, 12/2/10&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Rasanya segala perlengkepan yang aku butuhkan sudah siap, begitupula dhipta. Yang pasti makanan, pakaian, dan kamera dengan segala perlengkapannya. Langit cerah, jalan berkelok melintasi perbukitan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;menawan sepanjang 41 Km  mengiri perjalan kami antara Ponorogo hingga Trenggalek. 31 Km kemudian kami tiba di Tulungagung, lalu beristirahat di alun-alun. Kira-kira setengah jam kami beristirahat, jam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;sepuluh kami melanjutkan perjalanan. Selanjutnya kami menuju malang. Sudah pukul duabelas kami belum juga tiba di malang. Kami memerlukan berhenti untuk melaksanakan shalat jumat. Setelah shalat jumat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;kami akan makan siang di malang. Kami mampir disebuah mesjid di daerah Kepanjen. Tak ada yang berbeda, ritual shalat jumat seperti biasanya. Didahulukan oleh khutbah, lalu shalat dua rakaat berjamaah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Hingga usai shalat ada seorang bapak bapak yang tiba-tiba menawarkan kami untuk mampir kerumahnya. Setelah itu aku ketahui namanya Kolis. Pak Kolis tidak hanya sekedar menawarkan untuk mampir, tapi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;juga untuk makan. Sempat terbersit didalam pikiranku, mungkinkah bapak ini salah orang. Akhirnya kami pun menerima tawaran bapak tersebut. Semakin heran lagi karena dirumah ternyata orang-orang telah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;ramai. Kali ini aku berfikir, mungkin sedang diadakan sebuah hajatan. Tak banyak bertanya, aku dan dhipta pun segera mengambil nasi dan lauk pauknya, Dengan tetap elegan dan berwibawa, pelan tapi pasti nasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;dan lauk pauknya kami ambil sedikit demi sedikit dan akhirnya menjadi bukit. Memang urusan yang satu ini, urusan perut, tidak dapat tawar-menawar. Kami pun berbaur dengan warga lainnya dan terjadilah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;pembicara, maka terbukalah semua kebingunganku. begini, kegiatan makan bersama ini merupakan kegiatan yang sudah ada sejak lama. Pak Kolis dan keluarga hanya meneruskan kegiatan yang sudah menjadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;kebiasaan secara turun temurun. Bukan karena alasan hajatan. Menjamu makan para jamaah, atau siapa dengan sukarela dengan tanpa alih-alih, seusai shalat jumat. Bagiku hal ini unik, apalagi di indonesia yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;sekarang ini. Bukan terletak pada lauk pauk yang disuguhkan, tapi kebersamaan yang diutamakan. Pak kolis juga merasakan manfaatnya. Dengan kegiatan semacam ini, maka terciptalah suasana silaturahmi dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;kekerabatan yang harmonis. Disela-sela menikmati makanan, warga dapat membicarakan apa saja. Siapa saja boleh menanggapi, bahkan memberikan solusi. Kami pun bercerita tentang maksud perjalan kami. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Dan nyata, pak kolis memberikan masukan dan saran mengenai rute yang sebaiknya kami tempuh. Perut telah terisi, tenaga telah kembali. Perjalanpun kami lanjutkan. Tak lupa kami mengucapkan banyak terima &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;kasih. Mampirlah kembali jika lewat desa kami lagi, dan hati hati dalam perjalanan, pesan pak Kolis terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Belum seberapa jauh kami meninggalkan Kepanjen, hujan mulai menyapa. Laju kendaraan kami kurangkan. Lambat-lambat akhirnya kami tiba di Malang. Membelah kota Malang yang padat, setelah 3 Km melewati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Lawang, belok kanan kami menuju Nongkojajar. Hujan deras menyertai kami pada rute berkelok dan terus menanjak hingga Nongkojajar. Berhenti sebentar untuk istirahat dan melaksanakan shalat  ashar, motor &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Dhipta sempat tumbang dikarenakan tak kuatnya dhipta menahan berat kendaraan pada lahan parkir yang miring. Dibantu dua orang penduduk sekitar kami mendirikan kembali Scorpio Dhipta. Tak pelak, dua tas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;disamping kiri dan kanan serta satu box touring ukuran besar menempel pada motor dhipta sehingga menambah beban berat tunggangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;Sepatuku basah, rasanya ada genangan air didalam kakiku. Atas saran Dhipta, aku melapisi kakiku dengan kantong plastik sebelum mengenakan sepatuku lagi. Tidak begitu buruk, setidaknya lebih baik dari pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;mengenakan genangan air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;kiri-kanan tebing, jalan aspal selebar 3 meter licin karena diguyur hujan, berlika-liku, menanjak-menurun, dan kabut mulai turun saat kami melintasi Tengger. Lembah, kebun sayur, pohon cemara dan tanaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;dataran tinggi lainnya yang tidak aku ketahui namanya, menurut kepercayaanku segala jenis tanaman atau hewan yang tidak aku ketahui namanya yang berada didataran tinggi aku tambahi dengan embel-embel &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;"dataran tinggi", mengiringi perjalan kami sampai desa Tosari pukul 18.00. Sesaat kemuadian adzan magrib bersautan. Kembali perut kami mulai memanggil. Suhu dingin juga memaksa kami harus tetap menjaga &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;tubuh agar tetap berenergi. Kami pun makan. Dan sepatuku belum kering lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-1181335588094037411?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/1181335588094037411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/02/journey-in-february-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/1181335588094037411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/1181335588094037411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/02/journey-in-february-bagian-ii.html' title='Perjalanan Menuju Bromo Bagian II'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S347BCKsSQI/AAAAAAAAAG8/TKx2Q9JH3sk/s72-c/Image0054.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-5075248451840604024</id><published>2010-02-18T22:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T05:31:02.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Perjalanan Menuju Bromo Bagian I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S348AuCC0fI/AAAAAAAAAHE/TTBAOvtbPzE/s1600-h/Image0053.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S348AuCC0fI/AAAAAAAAAHE/TTBAOvtbPzE/s320/Image0053.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439851382964408818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" ;font-family:'trebuchet ms';"&gt;Kamis, 11/2/10&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Bagian I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Matahari masih hangat. Cahaya renyahnya manjatuhkan bayangan setiap benda pada sisi barat. Kabut belum juga usai menguap saat aku mulai berangkat. Pukul tujuh aku start.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Jalan belum terlalu padat. Hiruk pikuk kendaraan belum terlalu banyak yang lewat. Walaupun membawa beban yang cukup berat. Namun aku tetap bersemangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Mata tetap awas dan jalanan kupandang lekat-lekat. Jogja - Ponorogo dapat dikategorikan bukan jarak yang dekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Satu demi satu kota terlewati. 25 Km ke Klaten, 41 Km ke solo, lalu 19 Km sampai di wonogiri. Saat Melintasi Wonogiri, ada sebuah warung makan yang hampir tak pernah absen untuk disinggahi. Mencontek &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;kata-katanya pak Bondan Winarno dalam acaranya Wisata Kuliner "maknyus pemirsa", ya mungkin kata-kata itu yang terpat disuguhkan untuk warung makan ini. Letaknya di jalan raya Ngadirejo Wonosari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Menyajikan menu prasmanan dengan beraneka ragam lauk pauk dan sayur dengan harga terjangkau dan yang nggak kalah maknyus, sambalnya MANTRA, alias MANtab TeRAsa ! Selain itu, ada yang khas dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;warung  makan ini, berkaitan dengan namanya. Setiap pengunjung pasti akan dipanggil "sayang", asik kan. Selain bisa makan dengan wareg dan harga terjangkau, juga mendapat kasih dan "sayang". Barang kali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;tidak akan didapatkan selain di warung makan "Alami Sayang". Memang banyak pilihan tempat makan sepanjang perjalanan, bukan bermaksud untuk beriklan, namun jika memang ingin membuktikan mampirlah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;dan rasakan "sayangnya". Setelah kenyang, aku masih harus menempuh 73 Km lagi untuk tiba di Ponorogo.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;Pukul 10-40 aku tiba di Jl Pacar III, Ponorogo, tepatnya di kediaman Dhipta. Sahabatku karib yang ku kenal saat sama-sama berjuang di Lembaga Pers Mahasiswa Himmah Universitas Islam Indonesia (LPM &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;HIMMAH UII). Kesamaan hobi telah membawa kami terlibat dalam persekongkolan fotografi. Bisa dibilang perjalan kali ini ingin mengulang masa-masa nekad kami dulu saat memperkuat LPM HIMMAH UII didivisi  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family:'trebuchet ms';"&gt;fotografi. Tidak banyak yang aku lakukan di Ponorogo, kebengkel, makan sate Ponorogo dan santai bersantai ngopi di jalan baru menikmati malam berlalu kemudian beristirahat menanti perjalan 200 Km esok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-5075248451840604024?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/5075248451840604024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/02/journey-in-february-bagian-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5075248451840604024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5075248451840604024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2010/02/journey-in-february-bagian-i.html' title='Perjalanan Menuju Bromo Bagian I'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/S348AuCC0fI/AAAAAAAAAHE/TTBAOvtbPzE/s72-c/Image0053.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-2642113409558024745</id><published>2009-10-15T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T05:31:38.657-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>sabar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/StbzAABRfcI/AAAAAAAAAGM/7doH69ucm5g/s1600-h/damai+dalam+doa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 270px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/StbzAABRfcI/AAAAAAAAAGM/7doH69ucm5g/s400/damai+dalam+doa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392764785153637826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikan contoh perilaku sabar.&lt;br /&gt;Di Taman Kanak-kanak tempat saya mengajar, tahun 2007, ada seorang anak yang cukup susah diatur. Kerap ia memukul teman-temannya dan jika diberi penegertian, kerap perilaku tersebut masih terus diulang. Beragam cara saya gunakan, dengan mengamati dan mempelajari perilaku dan berusaha memahami kebutuhan anak tersebut pada akhirnya saya dapat meredam perilaku agresifnya. Setelah itu, berangsur angsur perilaku agresifnya berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perlu sabar?&lt;br /&gt;Tentu saja sabar sangat diperlukan. Saya sering dengar orang bilang: orang sabar disayang tuhan. Nah, jika tuhan aja udah sayang, apalagi hambanya yang lain, ya malaikat, jin, tumbuhan, sesama manusia, semuanya deh… Saya percaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana melatih sabar?&lt;br /&gt;Salah satu cara melatih sabar adalah dengan puasa. Lalu bisa juga dilatih dengan mengurangi bicara dan banyak banyaklah mendengar. Selain itu, banyak membaca buku dengan tema sabar. Insyaallah bisa menjadi ispirasi. Dan yang tidak kalah pentingnya, perbanyaklah istigfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritakan pengalaman ketika anda sabar.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kisah saya sebelumnya dengan anak yang berperilaku agresif di atas, saya sadari saya begitu kesal menghadapi perilaku anak tersebut. Namun ini adalah bagian dari profesionalitas pekerjaan, saya telah diberi kepercayaan untuk mendapingi dan menjaga anak-anak tanpa terkecuali dalam proses belajar dan bermain. Lebih lanjut begini ceritanya:&lt;br /&gt;Suatu hari, sebut saja Doni, seperti bisanya memukul teman perempuanya. Seperti belum puas, Doni kembali melakukan aksinya, kali ini dengan teman sesama laki laki, alih-alih perebutan mainan. Dan untuk mendapatkan mainan yang Doni harapkan, Doni merebutnya dengan kasar.&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu, saya merasa punya tanggung jawab untuk menengahinya. Seperti yang sudah-sudah, biasanya Doni hanya saya berikan pengertian namun cara ini begitu tidak efektif, mengingat perilaku agresif Doni terus saja terjadi.&lt;br /&gt;Kali ini agak berbeda. Selain berdiskusi sama Doni, saya juga mengajarkan bahwa dipukul itu sakit. Saat itu Doni saya suruh memukul tembok, sebagai representasi jika ia memukul temannya, seperti itulah rasanya. Terus beberapa kali, hingga Doni pun merasa sakit. Setelah itu Doni berjanji tidak akan memukul temanya lagi.&lt;br /&gt;Rupanya hal ini tak membuat Doni jera, dilain waktu Doni tetap saja mengulangi perilakunya. Kemudian saya berfikir, ada hal lain yang Doni perlukan selain pengertian dan pemahaman, setelah ia mengangguk angguk, saya memanggil semua teman-temanya yang sedang bermain didekat kami waktu itu. Lalu saya ajukan pertanyaan begini pada teman-temanya: “teman-teman mau nggak main sama Doni?” sontak teman-temannya menjawab “nggak..!, Doni suka mukul” seketika itu menangislah Doni. Tak perlu banyak berkata kata lagi, Doni hanya memerlukan pelukan hangat.&lt;br /&gt;Setahun kemudian saat saya sudah tidak mengajar lagi, pada suatu kesempatan saya berkunjung ke TK nya Doni, dari kejauhan saya memperhatikan Doni bermain dengan teman temannya, tak ada tinjuan atau tendangan yang saya lihat dari Doni, riang sekali. Begitu melihat saya, Doni langsung meneriaki nama saya, dan memeluk saya, rasanya rindu dan haru sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritakan pengalaman ketika anda tidak sabar.&lt;br /&gt;Saya adalah orang yang cukup menjaga penampilan, dalam artian, berdasarkan selera, rasa nyaman dan style yang cocok menurut saya. Pada suatu ketika tanpa sengaja saya berjumpa dengan sepasang sepatu yang belakangan saya idamkan, disebuah pasar lokal bernama Pakuncen. Singkat cerita, setelah saya coba ternyata pasangan sepatu tersebut nge-pas sama pasangan kaki saya, dan harganya juga sangat-sangat lumayan dari pasaran. Jika di Pakuncen saya dapat Rp 70.000,- dengan kondisi tangan kedua, maka di Matahari Mal saya harus merogoh saku sekitar Rp 1.000.000 untuk sepatu serupa tapi tak sama dengan kondisi baru. Tak sabaran untuk segera saya kenakan dan tanpa pikir panjang, langsung saja saya bawa pulang.&lt;br /&gt;Ternyata harga turut menentukan kualitas, mungkin memang begitu adanya. Tak pelak, baru sekali pakai, rasanya ada sobekan di bagian samping sepatu saya. Kemudian saya serahkan pada ahlinya. Setelah diperbaiki, rasanya sepatu tersebut jadi tambah sempit, hingga sakit jika dikenakan. Saya kembalikan lagi pada ahlinya. Setelah lama menunggu dengan beragam persoalan ternyata terbongkarlah beberapa kekurangan sepatu saya yang tak saya cermati dari awal. Hingga saya harus merogoh beberapa puluh ribu lagi agar sepasang sapatu tersebut menjadi layak pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© kiki kurniawan. tugas psikologi islami madya. magister profesi psikologi universitas islam indonesia. 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-2642113409558024745?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/2642113409558024745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/10/berikan-contoh-perilaku-sabar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2642113409558024745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2642113409558024745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/10/berikan-contoh-perilaku-sabar.html' title='sabar'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/StbzAABRfcI/AAAAAAAAAGM/7doH69ucm5g/s72-c/damai+dalam+doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-2398568864625799063</id><published>2009-09-13T07:57:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T05:31:57.314-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Dieng Trip (2) Habis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0KLgrCZNI/AAAAAAAAAFI/u7adJ-Yv-g0/s1600-h/top+of+sikunir+mountain+RS.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380968322642896082" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0KLgrCZNI/AAAAAAAAAFI/u7adJ-Yv-g0/s400/top+of+sikunir+mountain+RS.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 266px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meralat cerita sebelumnya, yang kebelet B.A.B adalah Bob. hehehehehe. aku baru inget, itu adalah penyakit Bob yang paling utama di pagi hari.&lt;br /&gt;Menurut informasi, jika ingin ke telaga Warna bagusnya pagi. sekitar jam delapan hingga tengah hari. Warna air danau akan terlihat bedanya ketika diterpa sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0Lgl18FUI/AAAAAAAAAFY/ZWq3OjaLqnQ/s1600-h/34200016.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380969784319677762" src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0Lgl18FUI/AAAAAAAAAFY/ZWq3OjaLqnQ/s320/34200016.JPG" style="float: left; height: 212px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Jam 04.30 kira-kira kami dibangunkan. Rasanya malas sekali, udara dingin membuatku enggan meninggalkan nyamannya selimut. Tapi rasanya tak boleh begini, liburan tak boleh hanya tiduran. Perlahan aku bangkit dan membiasakan suhu luar dengan suhu badan.&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan senam kecil aku lakukan, agar darah mengalir segar dan energi memancar. Siap punya siap, akhirnya kami benar benar siap jam setengah enam. sudah termasuk ritual Bob di pagi hari, hehehe. Dan kami segera meluncur ke bukit Sikunir.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0K1PtkWYI/AAAAAAAAAFQ/oMI8408AcDQ/s1600-h/DSC_1213.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380969039644612994" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0K1PtkWYI/AAAAAAAAAFQ/oMI8408AcDQ/s320/DSC_1213.JPG" style="float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 213px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;25 menit kemudian kami sampai di tempat tujuan, namun bukan semata mata bisa langsung melihat matahari terbit. Kami harus treking dengan derajat ketinggian 40-60 derajat kira-kira ditempuh 20-30 ,menit.&lt;br /&gt;Ketika kami treking, ternyata orang lain udah pada turun. Telak jika ritual menikmati Sunrise telah usai hahahaha. Tapi tak mengapa, ibarat pepatah, tak ada rotan akar pun jadi, kami tetap melanjutkan&lt;br /&gt;pendakian, dan Viola ! kami sampai dan sang surya telah terang benderang melewati cakrawala hahahaha. Luar biasa, walaupun demikian kami tak menyayangkan, karena pemandangan tetap indah untuk di&lt;br /&gt;saksikan.&lt;br /&gt;Hamparan langit biru, kabut perlahan turun mencair bertemu daun daun. keindahan Dieng makin menjadi terlihat dari tempat yang semakin tinggi. Lagi, kami menyaksikan keindahan ciptaan ilahi.&lt;br /&gt;Puas menikmatinya kami pun turun perlahan. Dalam perjalanan, sekali lagi kami menyaksikan sebuah keindahan dataran tinggi yang tak terbantahkan, Danau Cebong. Ya, begitulah namanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0NjFJXKLI/AAAAAAAAAFo/ZQQ1DgYdiqc/s1600-h/DSC_1233.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380972026105637042" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0NjFJXKLI/AAAAAAAAAFo/ZQQ1DgYdiqc/s320/DSC_1233.JPG" style="float: left; height: 213px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Danau Cebong Terletak di kaki bukit Sikunir, kami memang tak sempat mendekat, hanya mengabadikan beberapa gambar sebagai latarnya, dan kami melanjutkan perjalanan. Sesuai rekomendasi, rute berikutnya adalah objek utama wisata dataran tinggi dieng, walaupun menurutku tak ada yang lebih utama, karena kesemua tempat wisata di dieng adalah utama dan wajib di kunjungi. Adalah Telaga Warna, air yang memiliki beberapa macam warna dalam satu warna sekaligus. Mantabkan. Biru, hijau, putih, merah.. begitulah kira kira&lt;br /&gt;Cukup lama kami menghabiskan waktu di telaga warna, bersantai menikmati suasana. Sebenarnya telaga di Telaga warna ada rute yang mana jika kita mengikutinya maka kita akan mengitarinya, namun karena kesepakatan bersama maka kami urungkan, mungkin kunjungan berikutnya.. semoga hehehehe.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0Pn_XPcEI/AAAAAAAAAFw/gSkHiVLq5lU/s1600-h/winter+sickness+RS.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380974309475840066" src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0Pn_XPcEI/AAAAAAAAAFw/gSkHiVLq5lU/s400/winter+sickness+RS.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 266px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0QXPKvfsI/AAAAAAAAAF4/RzBBa9m0-d0/s1600-h/DSC_1250.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380975121172233922" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0QXPKvfsI/AAAAAAAAAF4/RzBBa9m0-d0/s320/DSC_1250.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 213px;" /&gt;&lt;/a&gt;Hari menjelang siang, jadwalnya hari ini kami pulang, karena besok akan melanjutkan rutinitas kesibukan.. Kembali ke penginapan A.K.A losmen Bu Jono, kami mengemasi barang bawaan. Bungkus indomi dan minuman sachetan berserakan, ulah kami, kamar jadi berantakan hahahaha. maklum, semua yang ada kami manksimalkan demi penghematan hehehehe..&lt;br /&gt;Setelah makan, kami pun meninggalkan Dieng dengan kesan memuaskan. Masih terfikirkan olehku apakah suatu saat Dieng dilirik militer untuk dijadikan Pangkalan Militer..? semoga jangan, sayang sekali jika alam yang begitu menakjubkan harus tunduk dibawah kekuasaan militer.&lt;br /&gt;Saat pulang kami melewati rute yang sedikit berbeda. Dari Wonosobo kami tak melewati temanggung tapi lewat jalur alternatif yang mana nantinya menuju borobodur.. lumayan, memangkas waktu kira kira satu jam perjalanan.&lt;br /&gt;Hhhaaaahh... terbayar sudah penat dan lelah kami dengan liburan yang tak terlupakan.. sampai ketemu di perjalanan lainnya..&lt;br /&gt;Salam rindu kawan: Kiki, Bob, Diko, dan Topan... sukses selalu guys... :)&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0R1qJV3EI/AAAAAAAAAGA/9DfXB8DXKdM/s1600-h/DSC_1051.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380976743321820226" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0R1qJV3EI/AAAAAAAAAGA/9DfXB8DXKdM/s400/DSC_1051.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 266px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-2398568864625799063?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/2398568864625799063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/dieng-trip-2-habis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2398568864625799063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/2398568864625799063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/dieng-trip-2-habis.html' title='Dieng Trip (2) Habis'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sq0KLgrCZNI/AAAAAAAAAFI/u7adJ-Yv-g0/s72-c/top+of+sikunir+mountain+RS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-5175088588921467106</id><published>2009-09-08T11:21:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T05:32:21.160-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Dieng Trip (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqalLUjMSEI/AAAAAAAAADY/XlN3y90VVuc/s1600-h/free+your+mind+RS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqalLUjMSEI/AAAAAAAAADY/XlN3y90VVuc/s400/free+your+mind+RS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379168418854094914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9 April 2009: perjalanan empat sekawan menuju salah satu dataran tinggi termasyur di nusantara "Dieng Plateau" atau yang lebih dikenal dengan dataran tinngi Dieng. Adalah Aku, Muhammad Sidiq, Taufan Prabowo, dan Rizky "Bob" Aditya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqamB0tVUcI/AAAAAAAAADo/R_IqkTC1VCY/s1600-h/DSC_0998.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqamB0tVUcI/AAAAAAAAADo/R_IqkTC1VCY/s320/DSC_0998.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379169355199500738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kejenuhan akan rutinitas, kesumpekan kota, dan geliat hedonism keseharian membuat kami memutuskan untuk LIBURAN.. ! Begitulah sederhananya. Ya, Dieng adalah tujuannya. Lama telah kami rencanakan, dan baru terealisasi saat pemilu legislatif dilaksanakan. Bukannya bermaksud untuk terang terangan GOLPUT, namun hasrat untuk liburan benar benar tak tertahankan.&lt;br /&gt;Waktu itu masih pagi sekali, saat kami mulai berlari mengejar waktu untuk sampai ketempat tujuan. Matahari rasanya masih enggan meninggalkan peraduan, nyaman oleh buaian kabut dingin yang menyelimuti keheningan.&lt;br /&gt;Sedari malam kami sudah sibuk menyiapkan perlengkapan, dari mulai pakaian, makanan, dan pastinya kamera untuk mengabadikan momen yang tak terlupakan.&lt;br /&gt;Kami memang belum mengenal medan yang akan kami tempuh, jadi persiapan berdasarkan pengalaman, khususnya pengalamanku waktu ekspedisi ke dataran tinggi Ijen, di Jawa Timur.&lt;br /&gt;Jelas, perlengkapan pribadi masing masing menyesuaikan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqalnQ4aq4I/AAAAAAAAADg/Coo3jHz-WxU/s1600-h/DSC_0991.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqalnQ4aq4I/AAAAAAAAADg/Coo3jHz-WxU/s320/DSC_0991.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379168898905713538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dengan kebutuhan. Dua-tiga stel pakaian, jaket tebal untuk menghangatkan, sarung dan sajadah untuk ibadah, serta peralatan mandi untuk menjaga kebugaran jasmani. Selain peralatan pribadi, ada pula peralatan bersama yang kami bawa antara lain peralatan masak, kompor portable dengan parafin, mie instan,  minuman sachet instan, dan obat-obatan sederhana seperti minyak kayu putih dan obat masuk angin.&lt;br /&gt;Dengan sepeda motor kami melaju. Jogja-Magelang tak ada aral melintang, hmmm sebenarnya ada dikit, Topan kebelet B.A.B jadi musti cari POM bensin terdekat guna meluluhkan hasrat, hahahahaha. Berhubung masih pagi, lalu lintas sangat sepi. Nyaman dan bikin hepi. Cuma kira-kira 45 menitan kami sudah melewati Magelang, rute berikutnya adalah melewati pegunungan anggun Temanggung-Wonosobo.&lt;br /&gt;Udara bersih dan eloknya pemandangan membuat kami terhenti untuk istirahat makan dan tak lupa foto-foto. Hijaunya kebun teh di pegunungan Sindoro Sumbing memang bikin mata segar . harmonisasi antara alam dan manusia yang masih cukup terjaga dapat terlihat dari atmosfir suasana yang memesona, membuat dada begitu lega.. Puas menikmati mahakarya ciptahan tuhan, kami pun melanjutkan perjalanan. Dari Wonosobo rute terakhir adalah Dieng.&lt;br /&gt;Jalan Berliku dan terjal dapat terbayar mahal, masih oleh pemandangan yang memukau tiada henti. Dan kami berhenti, lagi lagi untuk foto foto hehehehe. ketemu bule bule cantik, asal Ausi kalo gak salah hihhihii...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqammSvdUlI/AAAAAAAAADw/Q64wxMpbBJQ/s1600-h/DSC_1015.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqammSvdUlI/AAAAAAAAADw/Q64wxMpbBJQ/s400/DSC_1015.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379169981736768082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Total waktu perjalanan kira kira 2,5 jam. Kami sampai pada hamparan pegunungan aktif, dataran tinggi Dieng. Bagaikan tempat tersembunyi, Dieng bersemanyam. Tak ayal, memang dieng dikelilingi oleh bukit bukit dan gunung aktif yang menakjubkan. Lahan subur, sumber air yang memadai, masyarakat yang ramah, tradisi yang dipertahankan... hmmm, benar benar berkesan. Cocok banget kalo di bangun pangkalan militer, pastinya ngalah ngalahin Pentagon. Karena tempatnya yang tersembunyi tadi.. ujar ku pada Bob.&lt;br /&gt;Dieng tarnyata jauh dari bayanganku, tak seperti dataran tinggi Ijen di Jawa Timur, Dieng jauh lebih bersahabat untuk wisata santai. Tersedia banyak penginapan dan tempat makan dan Lokasi wisata yang beragam dalam satu areal yang mudah sekali dijangkau. Dengan sekali beli tiket masuk terusan yang hanya berharga IDR 12.000 kita bisa mengunjungi empat tempat wisata yaitu, Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna dan Pengilon, dan Dieng Plateau Theater. Belum lagi tempat tempat menawan yang tak perlu tiket masuk untuk menikmatinya, Gratui !&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sqaoljb4w8I/AAAAAAAAAD4/v7qyfPE4YiM/s1600-h/34200002.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sqaoljb4w8I/AAAAAAAAAD4/v7qyfPE4YiM/s320/34200002.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379172168061469634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bicara mengenai fasilitas wisata terkait tempat menginap dan makan, gak usah khawatir.. Dieng cukup variatif. Waktu di Dieng kami menginap di losmen Bu Jono. Satu kamar dua bed, dan kami isi dengan empat orang, harganya cuma IDR 75.000 murah bukan hehehehe. Kami nya aja yang maksa berhemat hehehehe. Warung makan menjual beragam kebutuhan isi perut, dari nasi dengan beragam lauk pauk, soto, sampai olahan mie alias mie instan hehehehe. harganya mulai IDR 5.000&lt;br /&gt;Satu hal mungkin yang harus diwaspadai bagi yang nggak bisa lepas dari alat komunikasi yang bernama Handphone, cum&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqaqVXnS0WI/AAAAAAAAAEI/BV3tstGtQj8/s1600-h/DSC_1026.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqaqVXnS0WI/AAAAAAAAAEI/BV3tstGtQj8/s320/DSC_1026.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379174089033437538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a ada sinyal Telkomsel disana. Jadi pengguna Indosat atau XL, maap maap aja ya kalo gigit jari, hehehehe. Yah namanya juga liburan masak masih aja disibukkan dengan yang namanya urusan kuliah, kantor atau pekerjaan.. santai sejenak gapapa kan? hehehehe&lt;br /&gt;Setibanya disana, seperti yang kututurkan sebelumnya, kami menginap di losmen Bu Jono. Tempatnya nyaman kok, bersih juga dan yang pasti terhindar dari panas dan dingin hehehe. Dengan harga segitu yah jangan ngarep fasilitas macam macam. Setelah mengisi amunisi, alias &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqapL4zptKI/AAAAAAAAAEA/bx1v47pH8TY/s1600-h/DSC_1113.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqapL4zptKI/AAAAAAAAAEA/bx1v47pH8TY/s320/DSC_1113.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379172826633319586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;makan, kami mulai eksplorasi. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Candi Arjuna. Seperti candi kebanyakan, Candi Arjuna juga terbuat dari batu.. ya iyalah, masak dari coklat, ntar jadi cerita putri salju hahahaha.. Candi Arjuna adalah candinya masyarakat hindu. Sepertinya masih digunakan, terlihat adanya beberapa candi yang ada sesaji di dalamnya.. hmmm. Setelah ke Candi Arjuna, kami ke Kawah Sikidang. Hmmm, sembur semburan air panas bercampur belerang bergolak, dan kami hanya 1/2 meter dari lokasi tersebut. pagar pembatas yang cuma dari bambu pun tak kami hiraukan. Memandang gelembung &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqarHHur2kI/AAAAAAAAAEQ/b1jNjJnoZK4/s1600-h/DSC_1131.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqarHHur2kI/AAAAAAAAAEQ/b1jNjJnoZK4/s320/DSC_1131.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379174943762930242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;gelembung air panas yang bercampur gas belerang, menusuk hidung, memang tak lebih parah seperti di dataran tinggi Ijen, dimana belerang langsung keluar dari perut bumi.. kebayang rasanya mau mati..&lt;br /&gt;Lalu setelah begah menghirup asap belerang kami pun bersantai sejenak.. menikmati gorengan panas dan teh hangat di dekat lokasi kawah... hmmm yummy. Lalu ada yang bercerita, kalo dulu ada yang kecebur di kawah itu dan menghilang... hiiii serem banget. Lagi, tak lupa kami berfoto hehehehehe...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sqar08zUe0I/AAAAAAAAAEY/7iPK-cPZRPk/s1600-h/youth+soul+RS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sqar08zUe0I/AAAAAAAAAEY/7iPK-cPZRPk/s400/youth+soul+RS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379175731103562562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sqas88C0gxI/AAAAAAAAAEg/OVe36TzICas/s1600-h/no+body+no+soul+RS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sqas88C0gxI/AAAAAAAAAEg/OVe36TzICas/s320/no+body+no+soul+RS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379176967850722066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah bersepakat, kunjungan wisata selanjutnya adalah Dieng Theater. Seperti namanya, disini kita diperlihatkan tayangan mengenai asal muasal Dieng dan alam Dieng dengan segala potensinya, yang berdurasi sekitar 20 menit.. Diceritakanlah bahwa Dieng itu asal katanya adala Dhi-Yang yang berarti tempat bersemayam para dewa, pantesan indah dan tenang banget. Dulu Dieng adalah letusan dari gunung apa gitu, lupa hehehehe. Ada banyak sumber gas alam di Dieng, sampe sampe ada pembangkit listrik tenaga UAP hebat bukan. Menurut penuturan bapak bapak losmen Bu Jono tempat kami menginap, energi ini tak akan habis, atau kalo pun habis bakal lama sekali. Dengan pengelolaan yang baik, maka energi ini dapat memakmurkan rakyat Dieng selama mungkin. Tidak semua sumber gas alam dapat dikunjungi oleh manusia, karena kandungan dari zat zat tertentu yang sangat beracun da mematikan. Sampe sampe pernah ada tregedi, ratusan warga meninggal karena gas beracun beberapa tahun silam. Wah berbahaya. dan cerita cerita keindahan alam Dieng lainnya.&lt;br /&gt;Setelah santai nonton hari sudah lumayan sore. Sebelum pulang ke losmen, kami menemukan tempat santai yang apik untuk foto foto hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqatmQ_L0LI/AAAAAAAAAEo/jlxiBPcT7ss/s1600-h/DSC_1174.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqatmQ_L0LI/AAAAAAAAAEo/jlxiBPcT7ss/s320/DSC_1174.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379177677847253170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam di Dieng dingin, sapa yang tahan mandi, akhirnya kami cuma cuci muka dan sikat gigi hihihihiii. Berdasarkan asas penghematan, kami masak mie, dengan kompor parafin yang kami bawa. jadilah kamar 4x3 kami jadikan sekaligus dapur bersama hahahaha. Rasanya setelah kenyang dan badan hangat dengan kopi nikmat jadi mau buru buru tidur, tapi sayang sekali kalau liburan ditempat jauh kalo cuma dihabiskan dengan tidur. Kami bersantai dibalkon losmen. Ngobrol ngobrol dengan bapak bapak karyawan PLTU, ngobrol apa saja tentang pengalamannya selama di Dieng. Dari masalah logis hingga m&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqauirlZkSI/AAAAAAAAAEw/rO5V1dIX_18/s1600-h/DSC_1177.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqauirlZkSI/AAAAAAAAAEw/rO5V1dIX_18/s320/DSC_1177.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379178715779010850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;asalah mistis huuuu... hehehehe. Kami juga berkenalan dengan beberapa pengunjung losmen yang ternyata sama sama dari Jogja. Malam semakin larut saat kami asik saling bercerita. Sesaat sebelum kami undur diri, mas Joko, kalo gaksalah nama, adalah seorang pemandu wisata, menawarkan untuk ke bukit Sukunir pagi pagi sekali untuk melihat sunrise.. berhubung dia mau nemenin pasangan turis asing yang sedang jalan jalan jadi diajaknya kami turut serta sekalian, tanpa ragu kami pun mengiyakan. Lalu beberapa saat kami hayut terlelap menunggu fajar muncul di timur senja.. (1)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqavHjkGzII/AAAAAAAAAE4/TCC6_GT1ulc/s1600-h/DSC_1184.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqavHjkGzII/AAAAAAAAAE4/TCC6_GT1ulc/s400/DSC_1184.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379179349281262722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-5175088588921467106?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/5175088588921467106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/ding-trip-1.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5175088588921467106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5175088588921467106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/ding-trip-1.html' title='Dieng Trip (1)'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqalLUjMSEI/AAAAAAAAADY/XlN3y90VVuc/s72-c/free+your+mind+RS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-4414866480928268944</id><published>2009-09-06T14:01:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T05:33:46.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Tribute to Dhipta &amp; Dema " The Journey" (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ_p_OKd4I/AAAAAAAAADI/G3TrBOuiSNk/s1600-h/Untitled-23.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 499px; height: 326px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ_p_OKd4I/AAAAAAAAADI/G3TrBOuiSNk/s400/Untitled-23.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378493845565241218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pemotretan sesi pertama dibelakang kuburan yang (cukup) menguras keringat karena harus gondol gondol sepeda onthel meniti jalan sawah dan rimbunnya pepohonan bambu tidak mengurangi kesenangan ku di ponorogo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Ponorogo adalah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kecil yang bagi ku sungguh mengesankan. Salah satunya karena budaya "ngopi" yang tiada habisnya, dari pagi.. Ketemu pagi lagi.. Mengagumkan bukan? Hehehe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hmmm begini maksudku. Di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kecil ini, masarakatnya dari muda ampe tua, sangat senang ngopi di warung kopi tentunya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;. Sangat mudah ditemui warung kopi di ponorogo. Bangunannya sederhana, bahkan kalo kita orang baru, yang baru pertama kali melihatnya terkesan jelek, asal asalan, ukuran warungnya tak besar, paling paling 3x5 meter, kursinya reot, gelasnya sompel, menunya cuma kopi.. Untung untungan kalo ada gorengan dan rokok. Kalo penuh, mesti lesehan diluar.. Atau dimana saja suka. Tidak istimewa bukan? Hmm lalu, what is the special of the warkop? Atau budaya ngopi tersebut? Kopinya kah? Hmmmm no no no...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ-49PRZZI/AAAAAAAAAC4/kq1VnEutTfs/s1600-h/Untitled-14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ-49PRZZI/AAAAAAAAAC4/kq1VnEutTfs/s320/Untitled-14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378493003219428754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kalo menurut ku... Kalo kopi mah, selera ya, yang dalam kamus perutku cuma ada kata enak dan enak banget (terkecuali tahu petis hihihihi), kopi di ponorogo standar lah.. Yang buat istimewa adalah person who is yang sedang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;ngopi and the obrolan warung&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; kopi yang tiada jenuh jenuhnya... Hahahaha...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hmmm lagi lagi perlu kujelaskan lebih rinci, begini maksudku. Sekarang aku tanya kalian, anggap saja kalian suka ngopi ya.. Berapa lama kalian menghabiskan kopi kalian? 10 menit? 20 menit atau 30 menit paling lama? Hmmm lalu sama siapa kalian ngopi? Teman? Pacar? Atau sendirian.. Bagi mereka diponorogo begini jawabnya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Mereka bisa ngopi dari warung kopi buka alias dari pa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;gi sampe menjelang lohor.. Berapa gelas kopi yang mereka habiskan untuk waktu selama itu? 1 (satu) gelas saja ! &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Bahkan mereka baru pulang ketika akan boker saja, atau mendadak ada panggilan tugas atau job dadakan...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Belum cukup menjawab.. Lalu apakah beg&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;itu saja? Nggak dong.. Abis boker atau ada tugas dadakan, tetep... Balik lagi ke warung kopi...&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan sebelum tidur, ada baiknya ngopi dulu hingga warung tutup atau tunggu di usir penjaga warungnya mantab &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;! Hahahahaha..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ9-P1oxWI/AAAAAAAAACo/bx-3H7OOePE/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ9-P1oxWI/AAAAAAAAACo/bx-3H7OOePE/s320/Untitled-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378491994599900514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Menjawab pertanyaan ke dua, mere&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;ka ngopi sama teman kantor, teman bengkel, teman main togel, teman baru, bapak pejabat, anak pejabat, anak tukang, pelajar, dan aktivis ngopi lainnya dan aktivitasnya cuma ngobrol.... Bayangkan ! Ngobrol apa mereka selama itu, dan setiap hari? Hahahahaha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Apakah kalian sudah mulai menemukan keiistimewaannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hmmmm.... Terus terang ini fenomena.. Hmmm sedikit studi komparatif (sok ilmiah) di tempatku juga ada fenomena yang semacam ini, tapi kayaknya gak maniak ekstrim mampus kayak gini.. (hmmm hop hop hop... Waduh sayang banget aku nggak nemu foto ku yang lagi ngopi di ponorogo.. J&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;adi belum bisa berbagi gambar... so, aku kasi liat foto lainnya yang menyangkut kunjungan ku di ponorogo aja yah hehehehe maaph)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hmmm jadi panjang lebar menceritakan budaya ngopi deh hehehe... beberapa tempat ngopi asik di ponorogo yang aku sarankan adalah, di pasar (lupa nama pasarnya) kalo siang hari. Kalo malamnya di deket alun alun atau di jalan baru sambil makan pecel sama kalo mau cuci mata, soalnya penjaja &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;warung kopinya adalah anak anak cewek SMA yang masih lugu lugu sekaligus centil kalo ngeliat cowok cakep dikit hu, parah (siapa yang parah?) hahahahaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ_N6eLOaI/AAAAAAAAADA/2yXRMfu7iIQ/s1600-h/Untitled-30.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ_N6eLOaI/AAAAAAAAADA/2yXRMfu7iIQ/s320/Untitled-30.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378493363253885346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Ponorogo, sudah beberapa kali aku kunjungi. Saat pertama adalah ketika berlangsung festival reog nasional tahun 2007 bulan sura.. Kira kira bulan januari. Hunting foto bersama teman teman ku dari LPM Himmah UII. Kunjungan berikut dan berikutnya masih dalam rangkaian hunting foto. Memang banyak hal menarik yang dapat diabadikan disana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Selain kopi, makanan di ponorogo juga maknyus makny&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;us dan tergolong murah. Yang khas adalah sate ayam ponorogo, lalu ada nasi pecel, dan satu lagi yang nggak terlewatkan adalah balungan, alias tulang sapi rebus segede gambreng yang dimakan pake dua tangan sambil di hisap srrruuuup dengan kuah kental… hmmmm yummy, dijamin pasti bikin program diet jadi berantakan hahahahaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Haaah, lebih kurang begitulah hari hari kulewatkan di ponorogo. Bersiap untuk sesi pemotretan selanjutnya dipacitan, yang pasti lebih seru. Karena ada tambahan dua orang fotografer yaitu Aik dan Opin. Tunggu kisahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ-WJnorXI/AAAAAAAAACw/iUgr4Ddf5yg/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ-WJnorXI/AAAAAAAAACw/iUgr4Ddf5yg/s400/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378492405247421810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nb: budaya ngopi di ponorogo memang sangat kental&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, sekental kopi hitamnya, namun tidak semua orang diponorogo menghabiskan hidupnya di temaram warung kopi. Yang ibu ib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;u tetap di dapur, anak anak tetap sekolah, pemudanya tetap kerja (bagi yang kerja), dan bapak bapak tetep ngantor (bagi yang ngantor). Kalo nggak ada, cari aja di warung kopi. Pasti nemu hahahahaha.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-4414866480928268944?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/4414866480928268944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/tribute-to-dhipta-dema-journey-2.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/4414866480928268944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/4414866480928268944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/tribute-to-dhipta-dema-journey-2.html' title='Tribute to Dhipta &amp; Dema &quot; The Journey&quot; (2)'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqQ_p_OKd4I/AAAAAAAAADI/G3TrBOuiSNk/s72-c/Untitled-23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-5196372485418916866</id><published>2009-09-02T09:51:00.000-07:00</published><updated>2010-12-08T05:34:14.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Tribute to Dhipta &amp; Dema " The Journey" (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jogja-Ponorogo-Pacitan-Jogja huiiii... rute pemotretan yang panjang. Capek, seru, menyenangkan. sesi pemotratan prewedding pertama, terpanjang, dan terlama dalam dalam karir fotografi ku. dari sesi kuburan, sampe sesi pantai, juga sesi indoor. huaaaaa manta(b).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp6m-8Y3XmI/AAAAAAAAAAw/QJkNmrRbxJI/s1600-h/IMG_2247.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp6m-8Y3XmI/AAAAAAAAAAw/QJkNmrRbxJI/s320/IMG_2247.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376918605419470434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesi #1, 22 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lokasinya di Ponorogo. Siang harinya aku sama dhipta jalan jalan ketempat lokasi pemotratan. kata Babe-sapaan akrab Dhipta- lokasinya deket ru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mah mbahnya, kira kira 15 km luar pinggiran kota ponorogo. Ditengah jalan Babe bercerita, tentang keindahan tempat pemotretan yang akan kami tuju.&lt;br /&gt;Disana tuh ada jalan tanah.. kira kira selebar dua motor yang disampingnya ditumbuhi bambu sepanjang jalannya ki... ada sungai kecil juga  tutur lumayanlah buat pemotretan. ntar properti pemotratannya bisa pake sepeda onthel kakakku. tutur Babe saat diperjalanan.&lt;br /&gt;wah pasti bakalan keren nih, pikirku. lalu sepanjang perjalanan kami berdiskusi tentang rencana pemotretan sore harinya. pembicaraan kami juga tidak monoton tentang pemotretan hari itu, tapi juga rencana pemotretan seminggu !&lt;br /&gt;Ngalur ngidul kami membicarakan konsep pemotratan, akhirnya tiba juga di lokasi pemotretan yang diceritakan babe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;memang tak jauh berbeda seperti yang diceritakan babe, tapiii...&lt;br /&gt;"hmmm be, ini lokasinya ya? hhmm koq agak rimbun ya?" hmmm iya juga ya ki, perasaan beberapa bulan yang lalu aku kesini belum serimbun ini hehehehehe. kayaknya agak gelap ni kalo pemotretan disini, gak dapet cahaya yang baik. ini kalo ditambahin efek smoke kayak kata kamu bukan jadi lokasi pemotretan lagi ki, tapi lokasi s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yuting "uka uka" hahahahahaha, timpal Babe.&lt;br /&gt;"aku sih pengennya bambunya terlihat batangnya gitu be.. biar bisa main komposisi hehehe. trus ada shadow dari daun daunya untuk tekstur backgroundnya hehehehe, okelah, kita coba aja be.."&lt;br /&gt;setelah itu kami menuju rumah kakaknya babe yang berlokasi tidak jauh dari lokasi pemotretan untuk melihat sepeda yang dijanjikan babe. memang betul, betul betul klasik dan orisinil.. setelah sebentar bercakap cakap dengan kakaknya babe kami pun undur diri.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp6xFFW8JaI/AAAAAAAAAA4/7KBFyP10sDY/s1600-h/dhipta+%26+dema.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp6xFFW8JaI/AAAAAAAAAA4/7KBFyP10sDY/s320/dhipta+%26+dema.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376929706022806946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam perjalanan pulang, sepertinya aku dan babe satu rasa tentang lokasi pemo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tretan yang tadi kami lihat, yaitu kurang sreg.  sepanjang perjalanan pulang, aku dan babe clingak clinguk kiri kanan sapa tau aja nemu lokasi pemotretan alternatif..&lt;br /&gt;Belum seberapa jauh babe memperlambat laju scorpionya., lalu masuk ke sebuah tempat dan ternyata tempat itu adalah kuburan...&lt;br /&gt;"weh, be.. ngapain kesini? mau ziarah kah?" rupa rup&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;anya babe punya insting yang kuat. ada tempat bagus disini ki, kata babe. kami pun mulai eksplorasi tempat yang menjadi insting babe tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah KUBURAN..&lt;br /&gt;hmm.. beberapa saat kami melihat kondisi lokasi, lalu mata kami tertuju pada satu tempat (dibelakang kuburan) yang kayaknya bagus.  lalu kami berjalan menyusuri jalan setapak melewati dahan dahan bambu dan pematang sawah yang renyah menguning, hmmm sedap. dan Viola ! sampailah kami pada lokasi, yang menurut kami tempat yang cocok banget buat pemotretan..&lt;br /&gt;Rumusnya adalah gabungan antara langit biru, saw&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ah yang menguning, cahaya matahari yang menerobos celah celah bambu, dan didukung oleh properti sepeda onthel klasiknya babe hasilnya sama dengan Keren ! hehehehehe.&lt;br /&gt;Setelah eksplorasi beberapa saat kami pun bergegas pulang, guna mempersiapkan tenaga dan wardrobe, tentunya aku juga mempersiapkan alat perang yaitu berupa kamera. Canon 30 d dan 1000 d, lensa kit, Flash, reflektor dan sebagainya. oh iya, babe juga meminta bantuan Amed sebagai reflektor men, alias sahabat yang membantu megangin reflektor.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp61BzQrdJI/AAAAAAAAABA/3uLzZzPcAHY/s1600-h/IMG_2278.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp61BzQrdJI/AAAAAAAAABA/3uLzZzPcAHY/s320/IMG_2278.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376934047671612562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dema (calon penganti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;nya babe) menyiapkan 2 wardrobe yaitu, kebaya dan pakaian sehari hari atau kebaya tradisonal. babe juga, yaitu batik dan pakaian resmi warok (pakaian adat ponorogo).&lt;br /&gt;properti segera di siapkan dan dimasukkan kedalam mobil, setelah itu aku, babe, dan dema menjemput amed lalu meluncur ke lokasi pemotretan yang telah kami tentukan. alhamdulilah proses perjalanan tanpa halangan, sepeda onthel pu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;n muat masuk kedalam mobil, dengan bantuan amed, dibelakang yang megangin sepeda, amed begitu kuat dan hebat.. hehehe.&lt;br /&gt;Sampai di lokasi, tak buang buang waktu, aku pun langsung membidik angel angel menarik yang bakal dijadikan latar pemotratan. kolaborasi antara aku dan amed tak sia sia. amed sebagai reflektor man dapat bekerja sama dengan baik, ditambah dengan modelnya yaitu babe dan dema yang cukup fotogenik sehingga aku kerap lupa mengarahkan gaya, dan lagi memang aku tak pandai mengarahkan gaya, dasar wartawan jalana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;n taunya cuma motret demo.. sekalinya motret model jadi agak canggung hehehehe. tapi tidak juga jadi kendala.&lt;br /&gt;Pemotretan tetap berjalan dan mangasikkan. cuaca yang bersahabat saat itu jadi menambah semangat memotret. pemotratan pertama begitu seru.. onthel yang jadi properti utama diangkut sana angkut sini padahal tidak mudah untuk sering sering memindahkan sepeda di lokasi persawahan hahaha. jangankan itu, untuk membawa sang onthel ke lokasi pemotretan saja sudah bercucuran keringat, mengingat medannya adalah jalan pematang, rimbunnya bambu, dan yang pasti KUBURAN, coba saja kalau berani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; melangkahinya dengan sepeda, bisa disumpahin beser tujuh turunan hahahahaha (astargfirllah, becanda ding). semua itu berkat bantuan amed pula... amed memang hebat hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp61knzDb5I/AAAAAAAAABI/K0uULYsVrY8/s1600-h/IMG_2297.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp61knzDb5I/AAAAAAAAABI/K0uULYsVrY8/s320/IMG_2297.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376934645889986450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hampir lupa waktu, mataharipun terus turun padahal baru satu kostum.. segera berganti kostum kedua, dan pemotratan kembali berlangsung. seperti yang direncanakan, kostunya adalah kostum ala ndeso. babe pake kostum warok, dan dema pake kostum kebaya tradisional. walaupun mentari hampir menuju horizon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tapi amed tetap semangat memegang reflektor. babe dan dema pun tak bosan bergaya, jadi tak ada kata lelah.. hingga akhirnya kami kalah, kalah oleh cahaya matahari yang mulai meredup, dan tak mungkin melanjutkan pemotretan. selain itu, lagi lagi kami haris pelang melewati KUBURAN !.. khawatir, kali kali ada yang nyeletuk: mas-mas udah magrib... pulang dulu.. hiiiii serem amat hahahahahaha... dan sesi pemotretan berakhir sesaat sebelum adzan magrib berkumandang... onthel pun masuk kandang, masuk mobil maksudnya.. hehehehe.&lt;br /&gt;haaaahhh, leganya sesi pertama udah selesai, dan semua pun bergembira... termasuk kuburannya... gak diganggu, berhubung udah ganti shif.. mau keluar jalan jalan huaaaaaaaa, tambah serem aja.. KABURRRRRRR hahahahahaha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;haha.&lt;br /&gt;(bersambung, sesi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.. hehehehe)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Thanks banget buat amed... the reflector man hehehehehe... semangat bro ! :)&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqRDPOffEQI/AAAAAAAAADQ/k45l8bA2w9I/s1600-h/IMG_2305.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/SqRDPOffEQI/AAAAAAAAADQ/k45l8bA2w9I/s400/IMG_2305.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378497783854469378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-5196372485418916866?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/5196372485418916866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/tribute-to-dhipta-dema-journey.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5196372485418916866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5196372485418916866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/tribute-to-dhipta-dema-journey.html' title='Tribute to Dhipta &amp; Dema &quot; The Journey&quot; (1)'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6w6Ozu6znBw/Sp6m-8Y3XmI/AAAAAAAAAAw/QJkNmrRbxJI/s72-c/IMG_2247.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1232472065718537972.post-5515097945393768639</id><published>2009-09-01T10:54:00.001-07:00</published><updated>2010-12-08T05:34:35.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Lepas'/><title type='text'>"...first time"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;bismillah... wah, baru bikin blog.. masih harus belajar banyak tentang pemanfaatan content nya.. hehehe&lt;br /&gt;berhubung dah agak ngantuk, tidur dulu aja ah.. shalat dulu, trus ntar juga mau sahur.&lt;br /&gt;sahur sahur.. :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1232472065718537972-5515097945393768639?l=kiki-kingkong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/feeds/5515097945393768639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/first-time.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5515097945393768639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1232472065718537972/posts/default/5515097945393768639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kiki-kingkong.blogspot.com/2009/09/first-time.html' title='&quot;...first time&quot;'/><author><name>kiki kurniawan</name><uri>https://profiles.google.com/112888245808971772789</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-QqmG-GP8cLg/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAOc/6rMGgQuuIdA/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
